Pages

Sabtu, 19 Juli 2014

Sugar Glider

Diposting oleh Sofia Dwianggraini di 15.58
Inilah fakta tentang sugar glider, hewan peliharaan yang berukuran kecil, lucu dan menggemaskan sehingga mencari trend di kalangan pecinta binatang. Sepintas hewan ini mirip tupai dan banyak orang menghubungkannya sebagai hewan pengerat. Padahal sugar glider merupakan bagian dari kelompok hewan marsupialia yaitu mammalia omnivora dimana betinanya mempunyai kantong perut seperti kanguru dan koala. Hewan ini termasuk jenis arboreal karena banyak menghabiskan masa hidupnya di atas pepohonan. Nama Sugar Glider berasal dari kegemarannya mengkonsumsi makanan manis dan mempunyai kemampuannya terbang meluncur di udara seperti tubai terbang.

Habitat dan Distribusi

Hewan ini terdistribusi di kawasan Papua Nugini, Australia bagian timur dan utara, dan pertama kali diperkenalkan di Tasmania pada tahun 1835. Di Indonesia sendiri, hewan ini dapat ditemukan di Papua, Halmahera dan Maluku Utara khususnya pada hutan dimana terdapat suplai makanan yang cukup khususnya di pohon eukaliptus. Sugar Glider termasuk hewan nokturnal yang cenderung aktif pada malam hari dan tidur pada siang hari.
Pada malam hari mereka berburu serangga dan hewan kecil lainnya serta mengisap getah manis pohon eukaliptus dan akasia. Sebagai hewan arboreal yang menghabiskan masa hidupnya di pohon, Sugar Glider dapat ditemukan 1 per 1000 meter di atas pohon. Predator hewan ini adalah burung hantu, musang, iguana, dan quoll.

Ciri Fisik dan Karakteristik

Harga Jual Hewan Sugar Glider di Indonesia
Sugar Glider memiliki bentuk tubuh seperti tupai dan memiliki ekor yang panjang yang dapat bergantung pada pohon. Ukuran tubuh jantan lebih besar daripada betina dimana terdapat bagian yang botak pada kepala dan dadanya. Panjang tubuh tupai dari ujung hidung ke ujung ekor antara 24 hingga 30 cm. Bulu hewan ini tebal dan lembut yang biasanya berwarna biru abu-abu, kuning dan sawo matang. Terdapat garis hitam yang memanjang dari hidung ke bagian tengah punggung. Perut, tenggorokan dan dadanya biasanya bewrwarna krim.
Karena bersifat nortunal, Super Glider mempunyai mata yang lebar untuk melihat dalam kegelapan pada malam hari. Telinganya akan berputar untuk menemukan lokasi mangsa di kegelapan. Kaki binatang lucu ini mempunyai 5 jari dan masing-masing mempunyai cakar kecuali pada bagian jempol pada kaki belakang. Dua jari tengah (jari pertama dan ketiga) menyatu berbentuk seperti sisir. Senjata utama hewan ini membram patagium yang terbentang dari jari ke-5 kaki depan ke jari pertama kaki belakang. Ketika kakinya meregang, membram ini akan menyebabkan hewan ini mampu untuk terbang meluncur pada jarak tertentu.
Super Glider mempunyai empat kelenjar eksokrin yaitu pada bagian kepala depan, dada dan dua pada kloaka dimana pada jantan terlihat seperti titik botak pada bagian kepala depan. Berat jantan biasanya sekitar 140 gram dan 115 gram untuk betina dengan laju detak jantung sekitar 200-300 per menit. Hewan ini mempunyai usia rata-rata sekitar 9 tahun di alam bebas, 12 tahun sebagai hewan peliharaan dan 17,8 tahun sebagai hewan di kebun binatang.

Sifat dan Perilaku

Terbang Meluncur (gliding)
Kemampuan terbang meluncur sugar glider dikarenakan terdapat membram patagia yang membentang antara kaki depan dan belakang. Biasanya hewan ini terbang meluncur dari pohon satu ke pohon lain dengan jarak 50 meter atau lebih yang berfungsi untuk mencari makanan dan menyelamatkan diri dari predator.
Masa Torpor
Selama musim dingin atau musim kering, Super Glider mempunyai masa torpor dimana hewan ini akan malas bergerak dan bersifat tidak reponsif dalam siklus harian yang pendek (2 sampai 23 hari). Torpor berbeda dengan hibernasi yang bisa berlansung lebih dari sebulan. Pada musim dingin atau kering, suplai makanan di sekitar lingkungannya akan menurun yang menyebabkan hewan marsupial ini akan cenderung diam untuk menghemat energinya yang digunakan untuk metabolisme tubuh dan menaikkan temperatur tubuh.
Makanan
Sugar Glider termasuk hewan omnivora dimana terdapat jenis makanan yang dapat dikonsumsi. Pada musim panas, mereka mengkonsumsi serangga. Pada musim dingin ketika serangga jarang ditemukan, mereka akan mengisap getah pohon dan embun madu. Hewan ini juga kadang bersifat karnivora dengan memakan kadal dan burung kecil. Makanan lain yang biasanya dikonsumsi adalah biji-bijian, telur burung, jamur dan buah-buahan.
Masa Reproduksi
Sugar glider jantan dan betinan mempunyai usia yang berbeda untuk kematangan sistem reproduksinya dimana jantan akan dewasa pada usia 4-12 bulan dan betina membutuhkan 8-12 bulan. Jika tinggal di habitat liar, hewan ini akan kawin 1-2 kali setiap tahun tergantung iklim dan kondisi lingkungan namun biasa berkali-kali untuk Super Glider yang tinggal di penangkaran atau kebun binatang karena kondisi lingkungan yang konsisten dan makanan yang cukup.
Superglider biasanya akan melahirkan 2 bayi dengan peluang 81% dan 1 bayi dengan peluang 19% per masa kehamilan yang berlangsung dari 15-17 hari. Bayi yang baru lahir biasanya mempunyai berat tubuh 0.2 gram yang akan berada di kantung induknya selama pertumbuhan.
Sosialisasi
Sugar Glider termasuk hewan yang suka bersosialisasi dan mereka pada umumnya hidup sebagai kelompok atau koloni dengan jumlah diatas 7 ekor. Kelompok ini akan bekerjasama untuk mempertahankan sarang dan daerahnya (luas sekitar 2,5 acre) termasuk melakukan aktivitas social grooming (saling merawat satu sama lain) untuk meningkatkan kesehatan dan menyatkan identitias kelompok.

Sebagai Hewan Peliharaan

Di berbagai negara di dunia, Sugar glider sangat populer sebagai hewan peliharaan karena dianggap eksotik dan manja kepada pemiliknya. Hewan ini biasanya dimasukkan kedalam kantung pakaian atau jaket pemiliknya ketika beraktivitas di luar. Hewan ini termasuk banyak diperdagangkan secara illegal dimana hewan ini langsung diambil dari habitat aslinya dan kemudian dijual di pasaran. Di Indonesia sendiri, banyak pecinta hewan Super Glider yang bertukar informasi di suatu jaringan sosial media seperti Facebook dan terdapat Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPGSI) dengan jumlah anggota lebih dari 6 ribu orang dengan 13 regional wilayah di Indonesia.


Sumber: http://anekainfounik.net/2014/03/20/tentang-hewan-sugar-glider-habitat-sifat-dan-ciri-fisik/

0 komentar:

Posting Komentar

Sugar Glider

Inilah fakta tentang sugar glider, hewan peliharaan yang berukuran kecil, lucu dan menggemaskan sehingga mencari trend di kalangan pecinta binatang. Sepintas hewan ini mirip tupai dan banyak orang menghubungkannya sebagai hewan pengerat. Padahal sugar glider merupakan bagian dari kelompok hewan marsupialia yaitu mammalia omnivora dimana betinanya mempunyai kantong perut seperti kanguru dan koala. Hewan ini termasuk jenis arboreal karena banyak menghabiskan masa hidupnya di atas pepohonan. Nama Sugar Glider berasal dari kegemarannya mengkonsumsi makanan manis dan mempunyai kemampuannya terbang meluncur di udara seperti tubai terbang.

Habitat dan Distribusi

Hewan ini terdistribusi di kawasan Papua Nugini, Australia bagian timur dan utara, dan pertama kali diperkenalkan di Tasmania pada tahun 1835. Di Indonesia sendiri, hewan ini dapat ditemukan di Papua, Halmahera dan Maluku Utara khususnya pada hutan dimana terdapat suplai makanan yang cukup khususnya di pohon eukaliptus. Sugar Glider termasuk hewan nokturnal yang cenderung aktif pada malam hari dan tidur pada siang hari.
Pada malam hari mereka berburu serangga dan hewan kecil lainnya serta mengisap getah manis pohon eukaliptus dan akasia. Sebagai hewan arboreal yang menghabiskan masa hidupnya di pohon, Sugar Glider dapat ditemukan 1 per 1000 meter di atas pohon. Predator hewan ini adalah burung hantu, musang, iguana, dan quoll.

Ciri Fisik dan Karakteristik

Harga Jual Hewan Sugar Glider di Indonesia
Sugar Glider memiliki bentuk tubuh seperti tupai dan memiliki ekor yang panjang yang dapat bergantung pada pohon. Ukuran tubuh jantan lebih besar daripada betina dimana terdapat bagian yang botak pada kepala dan dadanya. Panjang tubuh tupai dari ujung hidung ke ujung ekor antara 24 hingga 30 cm. Bulu hewan ini tebal dan lembut yang biasanya berwarna biru abu-abu, kuning dan sawo matang. Terdapat garis hitam yang memanjang dari hidung ke bagian tengah punggung. Perut, tenggorokan dan dadanya biasanya bewrwarna krim.
Karena bersifat nortunal, Super Glider mempunyai mata yang lebar untuk melihat dalam kegelapan pada malam hari. Telinganya akan berputar untuk menemukan lokasi mangsa di kegelapan. Kaki binatang lucu ini mempunyai 5 jari dan masing-masing mempunyai cakar kecuali pada bagian jempol pada kaki belakang. Dua jari tengah (jari pertama dan ketiga) menyatu berbentuk seperti sisir. Senjata utama hewan ini membram patagium yang terbentang dari jari ke-5 kaki depan ke jari pertama kaki belakang. Ketika kakinya meregang, membram ini akan menyebabkan hewan ini mampu untuk terbang meluncur pada jarak tertentu.
Super Glider mempunyai empat kelenjar eksokrin yaitu pada bagian kepala depan, dada dan dua pada kloaka dimana pada jantan terlihat seperti titik botak pada bagian kepala depan. Berat jantan biasanya sekitar 140 gram dan 115 gram untuk betina dengan laju detak jantung sekitar 200-300 per menit. Hewan ini mempunyai usia rata-rata sekitar 9 tahun di alam bebas, 12 tahun sebagai hewan peliharaan dan 17,8 tahun sebagai hewan di kebun binatang.

Sifat dan Perilaku

Terbang Meluncur (gliding)
Kemampuan terbang meluncur sugar glider dikarenakan terdapat membram patagia yang membentang antara kaki depan dan belakang. Biasanya hewan ini terbang meluncur dari pohon satu ke pohon lain dengan jarak 50 meter atau lebih yang berfungsi untuk mencari makanan dan menyelamatkan diri dari predator.
Masa Torpor
Selama musim dingin atau musim kering, Super Glider mempunyai masa torpor dimana hewan ini akan malas bergerak dan bersifat tidak reponsif dalam siklus harian yang pendek (2 sampai 23 hari). Torpor berbeda dengan hibernasi yang bisa berlansung lebih dari sebulan. Pada musim dingin atau kering, suplai makanan di sekitar lingkungannya akan menurun yang menyebabkan hewan marsupial ini akan cenderung diam untuk menghemat energinya yang digunakan untuk metabolisme tubuh dan menaikkan temperatur tubuh.
Makanan
Sugar Glider termasuk hewan omnivora dimana terdapat jenis makanan yang dapat dikonsumsi. Pada musim panas, mereka mengkonsumsi serangga. Pada musim dingin ketika serangga jarang ditemukan, mereka akan mengisap getah pohon dan embun madu. Hewan ini juga kadang bersifat karnivora dengan memakan kadal dan burung kecil. Makanan lain yang biasanya dikonsumsi adalah biji-bijian, telur burung, jamur dan buah-buahan.
Masa Reproduksi
Sugar glider jantan dan betinan mempunyai usia yang berbeda untuk kematangan sistem reproduksinya dimana jantan akan dewasa pada usia 4-12 bulan dan betina membutuhkan 8-12 bulan. Jika tinggal di habitat liar, hewan ini akan kawin 1-2 kali setiap tahun tergantung iklim dan kondisi lingkungan namun biasa berkali-kali untuk Super Glider yang tinggal di penangkaran atau kebun binatang karena kondisi lingkungan yang konsisten dan makanan yang cukup.
Superglider biasanya akan melahirkan 2 bayi dengan peluang 81% dan 1 bayi dengan peluang 19% per masa kehamilan yang berlangsung dari 15-17 hari. Bayi yang baru lahir biasanya mempunyai berat tubuh 0.2 gram yang akan berada di kantung induknya selama pertumbuhan.
Sosialisasi
Sugar Glider termasuk hewan yang suka bersosialisasi dan mereka pada umumnya hidup sebagai kelompok atau koloni dengan jumlah diatas 7 ekor. Kelompok ini akan bekerjasama untuk mempertahankan sarang dan daerahnya (luas sekitar 2,5 acre) termasuk melakukan aktivitas social grooming (saling merawat satu sama lain) untuk meningkatkan kesehatan dan menyatkan identitias kelompok.

Sebagai Hewan Peliharaan

Di berbagai negara di dunia, Sugar glider sangat populer sebagai hewan peliharaan karena dianggap eksotik dan manja kepada pemiliknya. Hewan ini biasanya dimasukkan kedalam kantung pakaian atau jaket pemiliknya ketika beraktivitas di luar. Hewan ini termasuk banyak diperdagangkan secara illegal dimana hewan ini langsung diambil dari habitat aslinya dan kemudian dijual di pasaran. Di Indonesia sendiri, banyak pecinta hewan Super Glider yang bertukar informasi di suatu jaringan sosial media seperti Facebook dan terdapat Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPGSI) dengan jumlah anggota lebih dari 6 ribu orang dengan 13 regional wilayah di Indonesia.


Sumber: http://anekainfounik.net/2014/03/20/tentang-hewan-sugar-glider-habitat-sifat-dan-ciri-fisik/

0 komentar:

Posting Komentar

 

TUGAS KULIAH Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea