Pages

Sabtu, 19 Juli 2014

Pathetic

Diposting oleh Sofia Dwianggraini di 15.43
Pathetic adalah kondisi dimana rasa kasihan muncul dalam bentuk sarkasme. Pathetic. Sebuah kata singkat dan enak diucapkan namun memiliki makna yang dalam. Some people sometime feel that their life so pathetic but can’t help themselves. :(
Ketika mencoba mencari makna dengan berpedoman pada rasa, saya tiba pada sebuah blog seorang penulis, ”The Chocolate Lover” , http://37going40.blogspot.com miliknya mba’ Ria Tumimomor yang entrynya dengan judul sama “Pathetic” telah memberiku ide untuk membahas Pathetic lebih lanjut according to my opinion. Sekilas saat membaca pendapat mba’ Ria tentang Pathetic yang adalah:
  • Being pathetic is someone who has almost about everything but still not satisfy and still want more, more, more especially that belongs to other people.
  • Being pathetic is someone who has family but still feel alone and do not love them
  • Conclusion being pathetic is someone who have no idea how to be thankful for their life 
Aku setuju sekali. Memang begitu adanya. Sungguh menyedihkan melihat seseorang yang memiliki segalanya namun tidak merasa puas dan masih menginginkan yang lebihsungguh menyedihkan seseorang yang dikelilingi oleh teman, sahabat dan handai tolan tapi masih merasa kesepiansungguh menyedihkan seseorang yang tidak bisa mensyukuri nikmat hidup yang di-enyamnya dan masih selalu merasa kekurangansungguh..sungguh menyedihkan…. seseorang yang dengan segala cara ingin membela diri sendiri padahal sudah jelas-jelas terbukti bersalah..~. Simple apologize will be accepted…ppl… ~

Bagiku Pathetic adalah kondisi dimana seseorang itu “Mau tapi tidak Mampu…!” “mempunyai keinginan tapi tidak mau merealisasikan”. Impotensi Jiwa. Dimana kelemahan metutupi  kekuatan. Ketika unsur superior diri terkubur dalam keengganan. Kemauan adalah kehendak. Kehendak adalah kekuatan potensial diri yang berupa energi pengerak yang  tidak bisa ditiadakan. Namun jika perasaan ‘tidak mampu’ yang lebih ditonjolkan untuk mengekang kemauan really..really pathetic!

Kahlil Gibran pernah menulis dalam best sellernya ” Garden of The Prophet” atau “Taman sang Nabi” bahwa: “Kehidupan ini memang semu dan bercadar,….. ” tapi janganlah kau gunakan cadar itu untuk semakin menutupi potensi kebaikan dalam dirimu dengan mengatasnamakan ketidak mampuan karena dimana ada kemauan pasti ada Jalan. Jika jalan sudah terbentang.. alangkah menyedihkannya.. jika ke tidak mampuan dijadikan alasan untuk membuntu-i kemauan. Saat inilah… pada kondisi inilah… kata Pathetic seharusnya diucapkan!


Pathetic atau menyedihkan


sumber: http://kragilw.tumblr.com/post/9834748793/pathetic

0 komentar:

Posting Komentar

Pathetic

Pathetic adalah kondisi dimana rasa kasihan muncul dalam bentuk sarkasme. Pathetic. Sebuah kata singkat dan enak diucapkan namun memiliki makna yang dalam. Some people sometime feel that their life so pathetic but can’t help themselves. :(
Ketika mencoba mencari makna dengan berpedoman pada rasa, saya tiba pada sebuah blog seorang penulis, ”The Chocolate Lover” , http://37going40.blogspot.com miliknya mba’ Ria Tumimomor yang entrynya dengan judul sama “Pathetic” telah memberiku ide untuk membahas Pathetic lebih lanjut according to my opinion. Sekilas saat membaca pendapat mba’ Ria tentang Pathetic yang adalah:
  • Being pathetic is someone who has almost about everything but still not satisfy and still want more, more, more especially that belongs to other people.
  • Being pathetic is someone who has family but still feel alone and do not love them
  • Conclusion being pathetic is someone who have no idea how to be thankful for their life 
Aku setuju sekali. Memang begitu adanya. Sungguh menyedihkan melihat seseorang yang memiliki segalanya namun tidak merasa puas dan masih menginginkan yang lebihsungguh menyedihkan seseorang yang dikelilingi oleh teman, sahabat dan handai tolan tapi masih merasa kesepiansungguh menyedihkan seseorang yang tidak bisa mensyukuri nikmat hidup yang di-enyamnya dan masih selalu merasa kekurangansungguh..sungguh menyedihkan…. seseorang yang dengan segala cara ingin membela diri sendiri padahal sudah jelas-jelas terbukti bersalah..~. Simple apologize will be accepted…ppl… ~

Bagiku Pathetic adalah kondisi dimana seseorang itu “Mau tapi tidak Mampu…!” “mempunyai keinginan tapi tidak mau merealisasikan”. Impotensi Jiwa. Dimana kelemahan metutupi  kekuatan. Ketika unsur superior diri terkubur dalam keengganan. Kemauan adalah kehendak. Kehendak adalah kekuatan potensial diri yang berupa energi pengerak yang  tidak bisa ditiadakan. Namun jika perasaan ‘tidak mampu’ yang lebih ditonjolkan untuk mengekang kemauan really..really pathetic!

Kahlil Gibran pernah menulis dalam best sellernya ” Garden of The Prophet” atau “Taman sang Nabi” bahwa: “Kehidupan ini memang semu dan bercadar,….. ” tapi janganlah kau gunakan cadar itu untuk semakin menutupi potensi kebaikan dalam dirimu dengan mengatasnamakan ketidak mampuan karena dimana ada kemauan pasti ada Jalan. Jika jalan sudah terbentang.. alangkah menyedihkannya.. jika ke tidak mampuan dijadikan alasan untuk membuntu-i kemauan. Saat inilah… pada kondisi inilah… kata Pathetic seharusnya diucapkan!


Pathetic atau menyedihkan


sumber: http://kragilw.tumblr.com/post/9834748793/pathetic

0 komentar:

Posting Komentar

 

TUGAS KULIAH Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea